Wanita Salon (18+)


seks 225x300 Wanita Salon (18+)Bermula dari rekanku yang akan potong rambut di salon dekat universitas Jakarta awala bulan tempo hari mungkin saja tulisan ini agak berantakan soalnya memanglah saya baru pertama kalinya saya menulis. Sewaktu itu saya baru tahu nyatanya wanita yang bekerja di salon tidak semua namun ada beberapa yang dapat diajak kencan pada hari sabtu tempo hari kami setuju untuk potong rambut serta kita janjian jam 1 siang ditempat.

Bandar Judi Online Indonesia – Pada pertama kalinya saya masuk, saya segera menuju ke tempat meja reception serta disana saya menyebutkan kemauan untuk potong rambut. Disebutkan oleh wanita cantik yang duduk dibalik meja reception supaya saya menanti sebentar sebab tengah repot semuanya. Sembari menanti, saya berusaha untuk melihat-lihat sekitaran siapa tahu ada rekanku, namun tidak tampak ada rekanku diantara kebanyakan orang itu. Mungkin saja dia belum juga datang, fikirku.

Sesudah sebagian menit menanti, saya ditegur oleh reception kalau saya telah bisa potong rambut sembari menunjuk ke satu diantara tempat yang kosong. Saya juga menuju ke arah yang ditetapkan. Sebagian detik lalu seseorang wanita muda nan cantik menugur sembari memegang rambutku.

“Mas, rambutnya ingin dimodel apa? ” tuturnya sembari melihatku lewat cermin serta tetaplah memegang rambutku yang telah agak panjang.

“Mmm.. dirapi’in saja Mbak! ” kataku.

Lantas seperti ditempat cukur rambut biasanya, saya juga di beri penutup pada semua badanku untuk hindari potongan-potongan rambut. Sebagian menit pertama demikian kaku serta dingin. Saya yang diam saja serta dia repot mulai motong rambutku. Begitu tidak enak rasa-rasanya serta saya berusaha untuk mencairkan situasi.

“Mbak.. telah lama kerja disini? ” tanyaku.
“Kira-kira telah enam bulan, Mas.. ngomong-ngomong situ baru sekali ya potong disini? ” sambungnya sembari tetaplah memotong rambut.
“Iya.. kemarenan saya lewat jalan ini, selalu kok ada salon, ya telah dech, saya potong disini. Ini janjian serupa teman, namun mana ya kok belum juga datang? ” jawabku sedikit berbohong.
“Ooo.. ” jawabnya singkat serta terkesan cuek.
“Hei.. ” terdengar nada rekanku sembari menepuk pundak.
“Eh.. elo baru dateng? ” tanyaku.
“Iya nih.. barusan dibawah jembatan macet, mm.. gue potong dahulu yach.. ” jawabnya sembari berlalu.

Sebagian waktu sesudah bercakap, pada akhirnya kami dekat, serta terakhir saya tahu Stella namanya, 22 th., dia kost di daerah situ juga, dia orang Manado, dia enam bersaudara serta dia anak ke-3. Kami juga setuju untuk janjian ketemu diluar pada hari Senin.

Website Judi Online Poker – Untuk pembaca kenali sehari-hari Senin, salon ini tutup. Sesudah saya usai, sembari memberi panduan seadanya, saya bertanya apakah ia ingin saya ajak makan. Dia menyanggupi serta ia menulis pada selembar secarik kertas kecil nomor teleponnya.

Sembari menanti Hanni, saya bercakap dengan Stella, saya pernah dikenalkan oleh sebagian rekannya yang bernama Susi, Icha serta Yana. Ketiganya cantik-cantik namun Stella tidak kalah cantik dengan mereka baik itu parasnya juga badannya. Susi, ia memiliki rambut agak panjang serta pada bagian-bagian rambutnya dicat kuning. Icha, ia agak pendek, tatapannya agak misterius, dadanya sebesar Stella tetapi karna postur badannya yang agak pendek hingga payudaranya buat ngiler semuanya mata lelaki untuk menikmatinya.

Sedang Yana, ia terlihat begitu menjaga badannya, ia demikian menarik, lingkar pinggangnya yang begitu baik dengan tinggi tubuhnya, pantatnya serta dadanya-pun begitu seimbang. Singkat narasi, saya mengantarkan dia pulang ke kostnya, di dalam jalan Stella memohon kepadaku tidak untuk segera pulang namun putar-putar dahulu. Kukabulkan permintaannya karna saya sendiri tengah bebas, serta kuputuskan untuk naik tol serta putar-putar kota Jakarta. Sembari nikmati musik, kami sama-sama berdiam diri, sampai pada akhirnya Stella menyebutkan,

“Mmm.. Will, saya ingin ngomong suatu hal serupa anda, memanglah semuanya sangat cepat, Will.. saya sukai serupa anda.. ” tuturnya perlahan namun tentu.

Seperti disambar petir mendengar kata-katanya, serta dengan reflek saya menengok ke kiri lihat dia, nampaknya dia serius dengan apa yang baru saja ia katakan. Dia memandang tajam.

“Apa anda telah percaya dengan omonganmu yang baru saja, Tel? ” tanyaku sembari kembali konsentrasi ke jalan.

“Aku tidak tau mengapa kalau saya terasa anda tidak seperti lelaki yang sempat saya kenal, anda baik, serta sepertinya perhatian and care. Saya tidak mau jika sesudah saya pulang ini, kita tidak dapat ketemu sekali lagi, Will. Saya tidak mau kehilangan anda, ” jawabnya panjang lebar.
“Mmm.. jika saya bisa jujur sih, saya juga sukai serupa anda, Tel.. namun anda ingin khan jika kita tidak pacaran dahulu? ” tegasku
“Ok, jika itu ingin anda, mm.. bisa tidak saya ‘sun’ anda, bukti kalau saya tidak main-main serupa omonganku yang baru saja? ” tanyanya.

Wah rasa-rasanya seperti ingin mati, jantungku ingin copot, nafas jadi sesak. Edan ini anak, seperti betul-betul! Lagi, saya menengok ke kiri lihat berwajah yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam serta serius sekali.

“Sekarang? ” tanyaku sembari memandang matanya, serta dia menganguk perlahan.
“OK, anda bisa ‘sun’ saya, ” jawabku sembari kembali pada jalanan.

Sebagian detik lalu dia beranjak dari tempat duduknya serta ambil tempat untuk berikan satu “sun” di pipi kiriku. Diberilah satu ciuman di pipi kiriku sembari memeluk. Lama sekali ia mencium serta ditempelkannya payudaranya di lengan kiriku. Dengan perlahan sekali, Stella berbisik, “Will, saya sukai serupa anda, ” serta ia kembali mencium pipiku serta tetaplah menghimpit payudaranya pada lengan kiriku.

Baca Juga : Permainan Casino Online Terfavorit 2017

Konsentrasiku buyar, kelihatannya saya betul-betul telah terangsang dengan perlakuan Stella, serta sebagian kendaraan yang melaluiku lihat ke arahku menembus kaca filmku yang cuma 50%.

“Kamu terangsang ya, Will? ” tanyanya perlahan serta agak lirih. Saya tidak menjawab. Tangan kirinya mulai mengelus-elus tubuhku serta menghadap ke bawah. Saya telah betul-betul terangsang. Lagi Stella berbisik,
“Will, saya tau anda terangsang, bisa tidak saya saksikan punyamu? miliki anda besar yach! ”

saya mengangguk. Dibukalah celana panjangku dengan tangan kirinya, seperti ia agak kesusahan ketika menginginkan buka ikat pinggangku sebab dia cuma memakai satu tangan. Saya bantu dia buka ikat pinggang kemudian saya kembali memegang setir mobil.

Dielus-elus batang kemaluanku yang telah keras dari luar. Selang beberapa saat ditelusupkan telapak kirinya kedalam serta digenggamlah kemaluanku. Ia semakin turun serta turun ke bawah. Sekian kali Stella lakukan pergerakan mengocok kemaluanku. Pertama-tama dijilatinya pangkal batang kemaluanku lantas merambat naik ke atas.

Ujung lidahnya saat ini ada di bagian biji kejantananku. Satu diantara tangannya menyelusup diantara belahan pantatku, menyentuh anusku, serta merabanya. Stella meneruskan perjalanan lidahnya, naik makin ke atas, perlahan. Tiap-tiap pergerakan hampir dalam sebagian detik, teramat perlahan-lahan. Melalui sisi tengah, naik sekali lagi. Ke sisi leher batangku. Ke-2 tanganku tidak kusadari telah mencengkeram setir mobil.

Ujung lidahnya naik lebih ke atas sekali lagi. Pelan-pelan tiap-tiap jilatannya kurasakan seperti kesenangan yang tidak sempat selesai, demikian nikmat, demikian perlahan-lahan. Setiap saat kutundukkan wajahku lihat apa yang dikerjakannya setiap saat itu juga kulihat Stella tetap masih menjilati kemaluanku dengan penuh nafsu.

Sebentar Stella kulihat melepas tangannya dari kemaluanku, ia menyibakkan rambutnya ke samping tiga jarinya kembali menarik sisi bawah batang kemaluanku dengan sedikit memiringkan kepalanya. Stella lalu mulai turunkan berwajah mendekati kepala kejantananku. Ia mulai merekahkan ke-2 bibirnya, dengan waspada ia memasukkan kepala kemaluanku kedalam mulutnya tanpa ada tersentuh sedikitpun oleh giginya.

Lalu bergerak perlahan makin jauh sampai dibagian tengah batang kemaluanku. Waktu tersebut kurasakan kepala kejantananku menyentuh sisi lidahnya. Badanku bergetar sebentar serta terdengar nada ciri khas dari mulut Stella. Ke-2 bibirnya tidak lama kemudian merapat. Kurasakan kehangatan yang mengagumkan enaknya mengguyur sekujur badanku.

Bandar Indonesia Poker Online - Kudapatkan payudara samping kanan. Kubuka telapak tanganku ikuti bentuk payudaranya yang bulat. Kuremas dengan lembut. Kubuka satu persatu kancing rompinya, serta kembali saya buka tepak tangan ikuti bentuk payudaranya. Sembari tetaplah mengulum, tangan kanannya bergerak menyentuh tanganku, ia tarik pakaian ketatnya dari selipan celana panjangnya. Dipegangnya tanganku serta diarahkannya kedalam. Dibalik pakaian ketatnya, saya meremas-remas payudaranya yang masih tetap terbungkus BH. Kuremas satu persatu payudaranya sembari mendesah nikmati kuluman pada kemaluanku.

Kuremas agak kuat serta Stella juga berhenti mengulum demikian detik lamanya. Kuelus-elus kulit dadanya yang agak menyembul dari BH-nya dengan kadang-kadang menyisipkan satu diantara jariku diantara payudaranya yang kenyal.

“Agh h.. ” desahku nikmati kuluman Stella yang semakin cepat.

Saya turunkan BH-nya yang menutupi payudara samping kanan, saya bisa mencapai putingnya yang telah mengeras. Kupilin dengan lembut.

“Ooh.. esst.. ” desahnya melepas kuluman serta terdengar nada karena melepas bibirnya dari kemaluanku.

Menjilat, mengisap, naik turun. Ia demikian menikmatinya. Demikian selanjutnya berkali-kali. Saya tidak dapat sekali lagi lihat ke bawah. Badanku makin lama makin melengkung ke belakang kepalaku telah terdongak ke atas.

Kupejamkan mataku. Stella demikian mengagumkan mengerjakannya. Tidak meskipun kurasakan giginya menyentuh kulit kejantananku. Hilang ingatan, belum juga sempat saya dihisap begini, fikirku. Fikiranku telah melayang jauh tak tahu ke mana.

Tidak kusadari sekali lagi seputarku oleh gelombang kesenangan yang menimpa semua urat syaraf di badanku yang makin tinggi. Saya berhenti sesaat meraba payudaranya. Kutengok ke bawah, tangan kanannya menggenggam dengan erat persis dibagian leher batang kemaluanku, serta ia tampak tersenyum kepadaku.

“Kamu mengagumkan, Tel, ” bisikku sembari menggeleng-gelengkan kepala terkagum-kagum oleh kehebatannya.

Stella tersenyum manis serta terkesan manja.

“Eh, dapat keluar saya jika anda seperti gini selalu, ” bisikku sekali lagi rasakan genggaman tangannya yang tidak kunjung mengendur pada kemaluanku. Stella tersenyum.

“Kalo anda telah tidak ingin keluar, keluarin saja, tidak usah ditahan-tahan, ” jawabnya serta kemudian menjulurkan lidahnya keluar serta tentang ujung batang kemaluanku.

Rupanya ia tahu saya tengah berjuang untuk menahan ejakulasiku.

“Aaghh.. ” desahku agak keras menahan rasa ngilu.

Tempat Judi Online Teraman – Bukanlah kepalang nikmat yang kurasakan, badannya bergerak tidak karuan, bersamaan dengan pergerakan kepalanya yang naik turun, ke-2 tangannya tidak henti-henti meraba dadaku, kadang-kadang ia memilin ke-2 puting susuku dengan jarinya, kadang-kadang ia melepas kuluman untuk ambil nafas sesaat lantas meneruskannya sekali lagi.

Makin lama pergerakannya semakin cepat. Saya telah berupaya semaksimal untuk menahan ejakulasi. Kualihkan perhatianku dari payudaranya. Saya meraba ke arah bawah. Kubuka kancing celananya. Agak lama kucoba buka serta pada akhirnya lepas juga.

Pelan-pelan kuselipkan tangan kiriku dibalik celana dalamnya. Saya bisa rasakan rambut kemaluannya tidak tebal. Mungkin saja dijaga, fikirku dalam hati. Kuteruskan agak ke bawah. Stella merubah tempatnya.

Semula ia yang cuma bersangga pada satu bagian pantatnya saja, saat ini ia renggangkan ke-2 kakinya. Dengan gampang saya bisa menyentuh kemaluannya. Sebagian waktu telunjukku bermain-main dibagian atas kemaluannya.

Saya naik-turunkan jari telunjukku. Ugh, sangat nikmat nih rasa-rasanya, fikirku. Kadang-kadang kumasukkan telunjukku kedalam lubang kemaluannya. Saya telusuri tiap-tiap milimeter ruang didalam kemaluan Stella. Saya dapatkan satu kelentit di dalamnya.

Kumainkan klitoris itu dengan telunjukku. Ugh, pegal juga rasa-rasanya tangan kiriku. Sesaat kukeluarkan jariku dari dalam. Lantas saya nikmati tiap-tiap kuluman Stella. Rasa-rasanya telah berapa tetes spermaku keluar. Saya betul-betul di buat mabuk kepayang olehnya.

Kembali kumasukkan jariku, kesempatan ini dua jari, jari telunjuk serta jari tengahku. Ketika saya memasukkan ke-2 jariku, Stella terlihat melengkuh serta mendesah perlahan. Makin lama makin cepat saya mengeluar-masukkan ke-2 jariku di lubang kemaluannya serta Stella sebagian hentikan kuluman pada batang kemaluanku sembari tetaplah memegang batang kemaluanku.

Tak tahu telah berapakah orang yang lihat aktivitas kami terlebih beberapa supir atau kenek truk yang kami lalui, tetapi saya tidak perduli. Kesenangan yang kurasakan waktu itu betul-betul membiusku hingga saya telah melupakan semua suatu hal. Kembali Stella menjilat, mengisap serta mengulum batang kemaluanku serta tak tahu telah berapakah lama kami lakukan ini.

Kutundukkan kepalaku untuk lihat yang tengah ditangani Stella pada kemaluanku. Kesempatan ini Stella lakukan dengan penuh kelembutan, ia julurkan lidahnya sampai tentang ujung kepala kemaluanku sekali lagi. Ia memutar-mutarkan lidahnya pas di ujung lubang kemaluanku. Benar-benar dashyat kesenangan yang kurasakan. Sekian kali badanku bergetar tetapi ia tetaplah pada sikapnya. Kadang-kadang ia masukan semuanya batang kemaluanku didalam mulutnya serta ia mainkan lidahnya didalam.

“Ooh.. Tel.. enakk.. ” desahku sembari melepas tangan kiriku dari lubang kemaluannya.
Kupegang kepalanya ikuti pergerakan naik turun.

“Stella, saya telah tidak tahann.. ” kataku agak lirih menahan ejakulasi.

Tetapi pergerakan Stella semakin cepat serta sekian kali ia buka matanya namun masih tetap mengulum serta terdengar bebrapa nada dari dalam mulutnya.

“Aaagghh.. ” desahku keras disertai dengan keluarnya sperma dari dalam batang kemaluanku didalam mulutnya.

Kondisi mobil kami waktu itu sedikit tersentak oleh pijakan kaki kananku. Saya nikmati tiap-tiap sperma yang keluar dari dalam kemaluanku sampai pada akhirnya habis. Stella tetaplah menjilati kemaluanku dengan lidahnya.

Prediksi Bola Terakurat – Bisa kurasakan lidahnya menyapu semua sisi kepala kemaluanku. Ugh, sangat nikmat rasa-rasanya. Sesudah bersihkan semua spermaku dengan lidahnya, Stella bergerak ke atas. Kulihat dia, terlihat terdapat banyak spermaku melekat di samping kanan bibirnya serta pipi kirinya. Saya mulai bergerak melakukan perbaikan tempat dudukku, perlahan. Sembari tetaplah digenggamnya batang kemaluanku yang telah lemas, Stella beranjak ke atas melumat bibirku, masih tetap merasa spermaku.

Demikian detik kami bercumbu serta saya pejamkan mata. Pada akhirnya ia membereskan tempatnya, ia duduk serta membereskan bajunya. Saya juga membereskan bajuku seadanya. Saya gunakan celana panjangku tetapi tidak kumasukkan bajuku. T A M A T

onlinerel Wanita Salon (18+) facebook Wanita Salon (18+) pin it button Wanita Salon (18+) twitter Wanita Salon (18+) myspace Wanita Salon (18+) friendfeed Wanita Salon (18+) technorati Wanita Salon (18+) delicious Wanita Salon (18+) digg Wanita Salon (18+) google Wanita Salon (18+) stumbleupon Wanita Salon (18+) elipets Wanita Salon (18+)